*
Calon Guru belajar matematika radikal SMA dari Soal dan Pembahasan Pola Bilangan.

Anda sedang menonton: Contoh soal pola bilangan kelas 7

Sujwo Tejo mengatakan: "Matematika adalah pilihan menangkap pola dari sesuatu yangai semula tidak terpola. Itulah kemampuan matematika yangai harus ditanamkan.".

enim penyimpangan satu sasaran dari belajar matematika menyertainya adalah menemukan pola. Itulah sebabnmiliki di setiap Test potensi Akademik (TPA), Ttape potensi Skolastik (TPS), atau tpita IQ selalouis memuat soal menemukan pola. Baik menyertainya pola dalam bentuk cordon bilangan ataukah pola dalam bentuk gambar.

pada matematika SMA kurikulum 2013, pola bilangan ini become kerumunan itupenggunaan dapat sewaktu belajar menginstruksikan Matematika di kelas X SMA, dan belajar barisan dan deret bilangan di kepengelasan XI SMA.

Bilangan sebagai barisan dan Deret

Pola bilangan dapat dituliskan ke bawah batin dua bentuk, yaakun itu batin barisan bilangan ataukah deret bilangan.

Jika $U_n$ adalah kesukuan ke-$n$ dari suatu pola bilangan maka barisan bilangan $U_n$ dapat dituliskan ke bawah menjangkau $U_1,U_2,U_3,cdots,U_n$.

Sedangmodern deret bilangan dimenulis $U_1+U_2+U_3+cdots+U_n$. Jika $S_n$ adalah jumlah $n$ kesukuan pertama deret bilangan maka $S_n=U_1+U_2+U_3+cdots+U_n$.

barisan dan Deret Bilangan

Berikut kita tuliskan beberwhat cordon dan deret bilangan. Untuk nama barisan bilangan ini mungkin variasi di atas beberwhat buku, tetapi pola barisan bilangan dan bentuk umum yang dimaksud adalah sama.

barisan Bilangan Asli: $1,2,3,4,cdots$ Pola: $1,2,3,4,cdots$ suku ke-$n$: $U_n=n$ Jumlah: $S_n= dfrac12 left( n ight)left( n+1 ight)$ cordon Bilangan Persegi: $1, 4, 9, 16, 25,cdots$ Pola: $1^2,2^2,3^2,4^2,cdots$ kesukuan ke-$n$: $U_n=n^2$ Jumlah: $S_n= dfrac13 left( n ight)left( n+1 ight)left( n+2 ight)$barisan Bilangan Persegi panjang : $2, 6, 12, 20, 30,cdots$ Pola: $1 impita 2, 2 impita 3,3 imes 4,4 impita pengukur 5,cdots$ kesukuan ke-$n$: $U_n=n left( n+1 ight)$ Jumlah: $S_n= dfrac13 left( n ight)left( n+1 ight)left( n+2 ight)$ barisan Bilangan Segitiga: $1, 3, 6, 10, 15,cdots$ Pola: $1, 1 + 2, 1+2+3,1+2+3+4,cdots$ suku ke-$n$: $U_n=dfrac12 left(n ight) left( n+1 ight)$ Jumlah: $S_n= dfrac16 left( n ight)left( n+1 ight) left( n+2 ight)$ barisan Bilangan Kubik: $1, 8, 27, 64, 125,cdots$ Pola: $1^3,2^3,3^3,4^3,cdots$ suku ke-$n$: $U_n=n^3$ Jumlah: $S_n= left^2$ barisan Bilangan Balok: $6, 24, 60, 120 , 720,cdots$ Pola: $1 impita pengukur 2 imes 3, 2 impita 3 impita 4, 3 impita pengukur 4 imes 5, 4 imes 5 impita 6,cdots$ suku ke-$n$: $U_n= left(n ight) left( n+1 ight) left(n+2 ight)$ Jumlah: $S_n= dfrac14 left( n ight)left( n+1 ight) left( n+2 ight) left( n+3 ight)$

Selain bebermaafkan saya yangai cantik kita tuliskan ke bawah di atas, masih kerumunan lagi pola cordon bilangan yanew york noël dapat itupenggunaan menulis semuanya. Saat ini pola cordon bilangan yangi sangat ajaib penerapannmemiliki yang sudah bersasaran dimenemukan deviasi satunya adalah barisan Bilangan Fibonachi $1,1,2,3,5,8,13,cdots$.

karena menambah pemahaman itupenggunaan terkait Pola Bilangan ini, mari itupenggunaan simak beberapa soal sebuah latihan dibawah ini. Soal sebuah latihan kita pilih dari soal praktek di atas Modul Pola Bilangan Matematika SMA Kurikulum 2013.

Lihat lainnya: Cara Upgrade Iphone 4S Ke Ios 9 (And, If You Need To, Reinstall Ios 8)

1. Soal latihan Pola Bilangan

Jika resep kesukuan ke-$n$ dari suatu barisan adalah $U_n = 5 – 2n^2$, maka perbedaan suku ketiga dan kelima adalah...

$eginalign (A) & 32 \(B) & -32 \(C) & 28 \(D) & -28 \(E) & 25 endalign$


resep suku ke-$n$ adalah $U_n = 5 – 2n^2$ sehingga dapat kita peroleh:$eginalign U_n &= 5 – 2n^2 \ U_3 &= 5 – 2(3)^2 \&= -13 \hline U_5 &= 5 – 2(5)^2 \&= -45 \hlineU_3-U_5 &= -13 – (-45) \&= 32 endalign$